Belum Saatnya Sibuk Cari Pemimpin Baru, Pak..

Editorial Media Indonesia di Metro Tv (04/01) membicarakan mengenai pernyataan pribadi Ruhut Sitompul. Dikatakan bahwa Ny. Ani Yudhoyono adalah salah satu calon presiden 2014. Tidak ada undang-undang mana pun yang menyatakan istri presiden tidak boleh menyalonkan diri menjadi presiden. Pertanyaannya, 2014 masih tiga tahun lagi, etiskah membicarakan hal tersebut sementara saat ini krisis ekonomi, krisis hukum, dan krisis politik tengah melanda negeri ini? Dengan adanya pernyataan tersebut, satu krisis lagi bertambah, krisis kepercayaan.

Seperti peribahasa mengatakan, “Gajah bertarung dengan gajah, pelanduk mati di tengah.” Mereka para petinggi politik yang berkuasa saling berebut kekuasaan, rakyat di tengah-tengah yang sengsara. Apakah pantas ribut-ribut mengenai masalah calon presiden yang baru akan dipilih tiga tahun mendatang, sementara rakyat kini mengalami musibah.

Sebagian besar harga pangan, kebutuhan pokok, dan BBM mengalami kenaikan. Pada halaman depan harian Kompas (03/01) bagian Ekonomi dikatakan bahwa infalasi menekan perekonomian Indonesia dan harga komoditas terus meningkat. Lalu pada harian Kompas (04/01) ada tiga berita yang memuat lonjakan harga cabai (ketiganya berada di halaman depan) dan satu berita mengenai kenaikan minyak—diprediksi Pertamax bisa mencapai Rp8.900; per liter. Semuanya membicarakan tentang kekacauan akibat lonjakan harga. Bayangkan, harga cabai—yang merupakan makanan rakyat—bisa mencapai Rp90.000; per kilo di Jabodetabek dan Rp80.000; di daerah Jawa Tengah. Rakyat kecil—pedagang gorengan, warteg, dll—yang terengah-engah. Sebagian dari mereka menaikkan harga makanan dan sebagian lagi terpaksa mengurangi jatah cabai. Mereka yang tidak menaikkan harga makanan, terpaksa melakukannya sebab kebanyakan konsumen mereka justru adalah pekerja yang berpenghasilan Rp300.000; per bulan plus Rp15.000; per hari.

Harga cabai yang menekan daya beli tersebut sebenarnya meluruhkan gairah ekonomi para pedagang kelas menengah ke bawah. Cabai jadi barang mewah. Kenaikan harga minyak pun meresahkan masyarakat konsumen BBM. Tidak cukup hanya sekedar kenaikan BBM, ditambah pula dengan kebijakan baru pemerintah yang memaksa konsumen BBM berpelat hitam untuk menggunakan Pertamax akhir Maret 2011 mendatang. Belum lagi ditambah dengan ketidakadilan yang diterima petani sawit akibat permintaan dan lonjakan harga yang tinggi.

Cukup mengejutkan ketika berita “Presiden Puas terhadap Kinerja BEI” di harian Kompas (04/01). Lalu informasi dari Editorial Media Indonesia di Metro Tv (04/01), Indonesia menduduki peringkat 18 ekonomi dunia. Kenyataannya, banyak rakyat yang masih kelaparan, anak di bawah umur yang masih mengemis, bahkan orang tua yang menjual anaknya karena tidak sanggup lagi untuk makan. Artinya, terdapat gap yang sangat besar antara orang kaya dan orang miskin di Indonesia. Mereka (para elit politik dan ekonomi) sibuk berpolitik dan membicarakan calon pemimpin 2014. Kalau memang perekonomian Indonesia sudah sedemikian baiknya, kenapa masih banyak TKI yang bekerja di luar negeri? Seharusnya mereka ditarik saja untuk pulang ke Indonesia dan mengisi lapangan pekerjaan di sini. Pahitnya, sampai saat ini Indonesia masih merupakan negara pengekspor “pembantu” ke luar negeri.

Saat ini Indonesia masih memiliki presiden. Buat apa membahas dan sibuk mengurusi masalah calon presiden 3 tahun lagi, sementara masalah pelik berhamburan di nusantara. Belum waktunya pembicaraan itu bergulir. Saat ini yang harus disuguhkan adalah bagaimana dari hari ke hari bertambah lapangan pekerjaan. Di bidang hukum, rakyat menanti kapan janji terbukti, yaitu diberantasnya korupsi. Lalu bagaimana dengan kasus Bank Century yang lenyap tertelan bumi.

Oleh Lupita Wijaya

3 Tanggapan to “Belum Saatnya Sibuk Cari Pemimpin Baru, Pak..”

  1. Semakin gak jelas saja nih jamannya :(

  2. Belum saatnya sibuk cari pemimpin baru, tetapi sudah saatnya memikirkan berapa harga cabai 3 tahun ke depan :) )

  3. Kangen euy dengan warnanya

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.