yang terlepas

oleh Lupita Wijaya

Sumpah ini bukan dialog, bukan retorik
Tiap kata itu tidak mengapung bebas di lautan
Tempat kau tidurkan dirimu
Dia datang bukan tuk bertandang, bersua dengan nasib
Berkat pelatuk yang kau tanamkan, pelabuhan durja kusinggahi
Landai telah pantai, arakan awan telah mati, percakapan ombak telah usai
Benteng hina tertebar di pesisir, mengoyak luka yang masih basah
Sumpah ini tertanam.

Api membakar luruh hingga malam melepas jubah
Danau kembar itu, terlihat kini kering
Kikir pada tuannya.

Deru angin masih bersolek, bersiap pergi
Dua buah pelatuk kembali tertanam.
Cepat, sebab waktuku kelak habis.

Poris Garden, Agustus 2010

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.